Kamis, 15 November 2012

Pemaparan Materi Pencemaran Lingkungan

Pencemaran, kontaminasi pada lingkungan di bumi oleh material yang mengganggu kesehatan manusia, kualitas kehidupan atau fungsi alam dalam ekosistem (makhluk hidup dan lingkungan fisiknya). Meskipun beberapa pencemaran lingkungan merupakan dampak dari kejadian alamiah—misal gunung meletus, ternyata sebagian besar pencemaran lingkungan disebabkan oleh aktivitas manusia. BoyGirl (Engelking, Paul. "Pollution." Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008)

Screenshot Pemaparan I:

image

image

Screenshot Pemaparan II:

image

image

Silakan unduh pemaparan lengkap di sini:

mediafire-logo2

http://goo.gl/emsR4

Kata sandi: dhanzsity

Jumat, 09 November 2012

Geografi Pariwisata: Ekowisata

SDC14504

Ekowisata merupakan salah satu model yang ada dalam kegiatan wisata selain Rural tourism, Urban tourism, Heritage/cultural tourism, Nature based, dan Adventure bases (Pratiwi). Ekowisata atau sering juga ditulis atau disebut dengan ekoturisme, wisata ekologi, ecotoursism, eco-tourism, eco tourism, ecotour, eco-tour adalah perjalanan ke tempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini (Hector Ceballos-Lascurain dalam Ekowisata Indonesia, 1987). Sedangkan menurut The International Ecoturism Society (1990), ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat.

Ekowisata harus dipahami melalui dua sisi, yaitu ekowisata dari segi
konsep dan ekowisata dari segi pasar. Ekowisata dari segi konsep merupakan pariwisata bertanggung jawab yang dilakukan pada tempat-tempat alami, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Sedangkan ekowisata dari segi pasar selalu mengacu pada bentuk kegiatan wisata yang mendukung pelestarian, ekowisata semakin berkembang tidak hanya sebagai konsep tetapi juga sebagai produk wisata.

Ekowisata mulai muncul sejak ada indikasi eksploitasi manusia yang
berlebihan terhadap alam. Eksploitasi tersebut menimbulkan lebih banyak pengaruh negatif pada lingkungan. Gambaran tersebut divisualisasikan melalui media semisal film. Dicontohkan adalah film Tarzan melawan penjahat yang mengeksploitasi hutan dan isinya.

Pembahasan lengkap unduh di:

mediafire-logo2

http://bit.ly/WJSrPh

Kata sandi: dhanzsity

Konsep Geografi Sosial

Konsep geografi sosial menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

1. Geografi manusia adalah bagian dari geografi yang menelaah, pertama: adaptasi kelompok manusia kepada lingkungan alamnya, termasuk analisa terhadap pengalaman regionalnya, dan ke dua: relasi antarwilayah (region) yang disusun oleh aneka adaptasi dan orientasi geografis dari kelompok masyarakat dalam wilayah yang bersangkutan (Profesor Roxby).

2. Geografi manusia menelaah aspek-aspek dari kehidupan manusia yang menciptakan bentang-bentang alam serta wilayah-wilayah yang berbeda-beda, melalui proses interaksi yang terus-menerus dengan alam dalam segala bentuknya (Emrys Jones).

3. This classification, sometimes called human geography, involves all phases of human social life in relation to the physical earth (Geoffrey J. Martin and John H. Thompson, 2008).

4. Geografi sosial membahas pertumbuhan dan persebaran penduduk, tipe-tipe pemukiman dan persebarannya, serta perwujudan budaya manusia pada agama, bahasa, organisasi kemasyarakatan dan sebagainya (Daldjoeni, 1987).

5. Geografi manusia merupakan cabang geografi dengan kajian aspek keruangan gejala di muka bumi, manusia sebagai pokok kajian ( meliputi aspek kependudukan, ekonomi, politik, dan sosial budaya). Geografi Sosial sebagai studi tentang relasi sosial dan struktur keruangan, geografi menstransfer teori sosial (Johnston et al.).

6. Geografi sosial memperhatikan analisa spatial dalam menganalisa permasalahan sosial, geograi sosial memperhatikan pentingnya ruang sebagai tempat kehidupan dan institusi sosial, struktur sosial serta relasi sosial (Gregory & Urry, 1985).

7. Sebagai ilmu, geografi sosial memperhatikan aspek ruang dalam teori sosial yang juga menjadi ciri studi geografi modernism dan postmodernisme (Harvey, 1989, Soja, 1989).

8. Geografi Sosial mempunyai objek studi aktifitas manusia sebagai bagian geosfer meliputi perbedaan dan persamaan aktifitas manusia dengan lingkungannya yakni lingkungan alam dan lingkungan sosial (Hasil Seminar Lokakarya Geografi di Semarang, 1988).

9. Geografi sebagai ilmu spesifik tentang geosfer tentu saja kajian geografi sosial lebih menekankan kegiatan manusia sebagai aspek pokoknya tidak dapat dilepaskan dari aspek lingkungan alam. Konsep tersebut sesuai dengan geografi yang menekankan antropocentris (Sumaatmaja, 1988).

Dari berbagai sumber.

Geografi Lingkungan: Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Indonesia

AMDAL diperkenalkan pertama kali tahun 1969 oleh National Environmental Policy Act di Amerika Serikat. Munculnya UU NEPA, 1969 merupakan reaksi terhadap kerusakan Lingkungan oleh aktivitas manusia yang mengakibatkan adanya pencemaran pestisida dan B3 lainnya, limbah industri dan transportasi, rusaknya habitat tumbuhan dan hewan, dan menurunnya estetika alam. Tujuan secara umum AMDAL adalah menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin.

Menurut World Bank (dalam P3AB, 1998), AMDAL bertujuan untuk:

  1. Memastikan bahwa biaya lingkungan, sosial dan kesehatan dipertimbangkan dalam menentukan kelayakan ekonomi dan penentuan alternatif kegiatan yang akan dipilih.
  2. Memastikan bahwa pengendalian, penge-lolaan, pemantauan serta langkah-langkah perlindungan telah terintegrasi di dalam desain dan implementasi proyek serta rencana penutupan tambang.

AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Dalam Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

AMDAL bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan. Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan diharapkan dapat
meminimalkan kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan (sustainable).

Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) di Indonesia diberlakukan berdasar PP 51 tahun 1993 (sebelumnya PP 29 tahun 1986) sebagai realisasi pelaksanaan UU no. 4 tahun 1982 tentang Lingkungan Hidup yang saat ini telah direvisi menjadi UU no. 23 tahun 1997. AMDAL merupakan instrumen pengelolaan lingkungan yang diharapkan dapat mencegah kerusakan lingkungan dan menjamin upaya-upaya konservasi. Hasil studi AMDAL merupakan bagian penting dari perencanaan pembangunan proyek itu sendiri.

Pembahasan lengkap unduh di:

mediafire-logo2 
http://goo.gl/8nREM

Kata sandi: dhanzsity

Contoh Proposal Penelitian (KLL III): Faktor-faktor Penyebab Anak Usia Dikdas 9 Tahun yang tidak Melanjutkan Sekolah di Desa Perangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang

ABSTRAK

Saputra, Ardhani Aji dkk. 2011. Faktor-faktor Penyebab Anak Usia Dikdas 9 Tahun yang tidak Melanjutkan Sekolah di Desa Perangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Laporan Kuliah Kerja Lapangan III. Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Ach. Fatchan, M. Pd.

Kata kunci: anak usia dikdas 9 tahun, tidak melanjutkan sekolah.

Fenomena anak putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah cukup banyak di daerah pedesaan, seperti di Desa Parangargo di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Wanita dan anak-anak usia sekolah yang seharusnya mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan formal malah tidak bersekolah atau mereka bekerja, untuk itu pula diungkap faktor apa saja menyebabkan mereka tidak melanjutkan sekolah.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) kondisi ekonomi, (2) kondisi sosial, (3) kondisi budaya, (4) pendidikan, dan (5) jarak sekolah dengan rumah kepala keluarga yang memiliki anak usia Dikdas 9 tahun yang tidak melanjutkan sekolah di Desa Parangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksposfakto, yaitu penelitian yang berusaha mengungkap fakta. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei. Survei merupakan penelitian yang ditujukan pada sejumlah besar individu atau kelompok. Survei digunakan untuk memperoleh data mengenai pengetahuan, motivasi dari sampel suatu populasi yang dilakukan secara bersamaan dengan menggunakan wawancara dan kuesioner sebagai alat pengumpul data primer sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta penyebab anak usia Dikdas 9 tahun yang tidak melanjutkan antara lain; (1) kepala keluarga memiliki pekerjaan mayoritas sebagai buruh dengan pendapatan di bawah Rp 650.000,00, (2) kepala keluarga tidak memiliki kedudukan sosial (jabatan) dan memiliki interaksi sosial yang baik, (3) kepala keluarga memiliki kebiasaan anak yang bekerja dan menikah muda, (4) pendidikan kepala keluarga mayoritas hanya lulusan SD, dan (5) jarak tempuh ke sekolah yang tidak jauh dan cara tempuh tradisional dengan berjalan kaki.

Saran yang dapat diberikan berupa (1) pemerintah hendaknya menggalakkan program pendidikan gratis untuk keluarga yang membutuhkan, sehingga semua generasi bisa bersekolah secara layak, (2) masyarakat yang mampu dan bersedia, hendaknya melaksanakan program anak asuh untuk menyekolahkan anak dari keluarga yang membutuhkan, dan (3) keluarga yang membutuhkan hendaknya menyiapkan anak untuk memiliki semangat tinggi dalam pendidikan.

Unduh proposal lengakap:

mediafire-logo2

http://goo.gl/4y9Ki

Kata sandi: dhanzsity

Minggu, 04 November 2012

Berkualitaskah Resume Kamu? (Bagian 5/5—Terakhir)

Inilah bagian terakhir dari ‘Berkualitaskah Resume Kamu?’. Untuk membaca keseluruhan artikel, silakan buka tautan-tautan berikut ini: Bagian 1 Bagian 2 Bagian 3 Bagian 4. Selamat berjuang meraih impian karena The Dream is Real! Work Airplane 

  1. Apakah Kamu ingat perusahaan dan peran posisi pekerjaan yang baru-baru ini kamu lamar?
    Ya.
    Periksa dan tinjau secara berkala sehingga Kamu ingat perusahaan dan peran peran posisi pekerjaan yang Kamu lamar. Jika Kamu kelupaan, cetaklah daftar perusahaan dan posisi yang kamu lamar serta bawa daftar tersebut setiap saat. Jika perusahaan menghubungimu untuk wawancara, Kamu akan ingat siapa mereka. Tidak ingat akan apa yang kamu lamar membuat perusahaan menilaimu dengan negatif. Kamu mungkin dipandang tidak tertarik dengan pekerjaan tersebut.
  2. Apakah Kamu memeriksa resume-mu untuk memastikan bahwa semua informasi sudah benar?
    Ya. Informasi yang salah dalam resume-mu akan berakibat buruk padamu dan perusahaan akan memandangmu sebagai pelamar ceroboh dan tidak profesional. Pastikan Kamu memeriksa resume-mu dengan baik.
  3. Apakah Kamu merasa perlu meminta rekan atau anggota keluarga meninjau resume-mu?
    Ya. Seorang rekan atau anggota keluarga dapat membantu mengoreksi dan menambahkan jika ada hal-hal yang terlewat. Mereka juga mampu memberikan beberapa komentar atau ide untuk perbaikan.
  4. Apakah Anda mencetak resume Anda untuk memastikan bahwa itu benar terlihat di atas kertas?
    Ya. Mencetak resume memungkinkanmu untuk memeriksa bahwa resume dapat dibaca dengan mudah. Hal ini penting karena kadang-kadang Kamu diminta untuk menyerahkan salinan resume ketika wawancara. Jika Kamu melamar pekerjaan non-online, salinan cetak resume selalu diperlukan.
  5. Apakah Kamu memastikan bahwa ukuran, jenis dan warna font selalu konsisten dan bahwa resume-mu kamu ratakan? 
    Ya.
    Aspek yang konsisten dan selaras membuat resume-mu mudah dibaca. Hal ini akan menguntungkan daripada resume berantakan yang akan membingungkan dan memakan waktu lama dalam membacanya.

Sumber:  JobStreet.com (JobStreet RA)

Berkualitaskah Resume Kamu? (Bagian 4/5)

Karena beberapa kesibukan yang sangat menyibukkan, sambungan ke-4 dari artikel ini baru bisa saya publish. Goat? Black Sheep? Bukaaan, bukan kesibukan makan daging kurban—seperti yang kalian pikirkan. Jegagagk. Nah, bagi yang belum membaca bagian sebelumnya, bisa menuju ke Bagian I Bagian II Bagian III Bagian. Selamat membaca!!!

  1. Apakah Kamu memilih teman sebagai referens-mu?
    Tidak. Referens harus orang dari kalangan profesional, seperti universitas atau tempat kerja. Mereka diharapkan memberikan informasi tentangmu berdasarkan pengamatan mereka selama studi atau bekerja.
  2. Apakah Kamu mencantumkan kemampuan pribadi, teknis atau keterampilan bisnis secara jelas dalam resume-mu?
    Ya. Sangat dianjurkan untuk membuat daftar keterampilan yang sesuai dengan persyaratan pekerjaan. Kemampuan yang sesuai berarti Kamu memiliki pengetahuan pada area pekerjaan tersebut atau mungkin mampu menyelesaikan tugas lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tanpa keterampilan. Hal tersebut juga akan memperpendek masa training-mu.
  3. Apakah Kamu memeriksa ejaan dari resume-mu?
    Ya. Pemeriksaan ejaan merupakan hal yang sangat penting. Microsoft Word memiliki alat cek-ejaan yang dapat membantumu dalam memeriksa dan mengoreksi kesalahan dalam ejaan serta struktur kalimat.
  4. Apakah Kamu pikir perusahaan peduli jika ada kesalahan tata bahasa dalam resume-mu?
    Ya. Mereka akan sangat peduli. Kesalahan tata bahasa akan menunjukkan kurangnya kemampuanmu dalam hal bahasa. Hal ini dapat memperkecil kesempatanmu untuk mengikuti wawancara.
  5. Do you describe all your working experience and educational qualifications in action verbs and present tense?
    Yes.
    It is good to use some action verbs to describe your achievements and contributions to the company. However, it is not necessary to use action verbs in every other sentence as this will only confuse the employers. Action verbs should be used at the start of each point highlighted. As your working experience and education are something that is in the past, use past tense instead of present tense.
  6. Bersambung….

Sumber: JobStreet.com (JobStreet RA)