Tampilkan postingan dengan label Djoko Soelistijo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Djoko Soelistijo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2013

Lingkungan Berubah, Masyarakat Berubah

banjir-Jakarta

Manusia hidup selalu bergandengan dengan lingkungan alami yang akan mendukung kehidupan mereka. Masyarakat kebanyakan mendapatkan kebutuhan sandang, pangan, dan papan langsung dari lingkungan. Sedikit banyak kehidupan sosial manusia diwarnai oleh jenis lingkungannya, sehingga setiap masyarakat di suatu tempat unik dengan ciri khasnya tersendiri.

Mengikuti perubahan zaman dan isinya, lingkungan juga berubah. Perubahan itu baik secara alami atau dipaksa berubah karena pengaruh dari luar. Jika lingkungan berubah secara alami, kehidupan manusia akan tetap harmonis. Namun, jika lingkungan dipaksa untuk berubah, bencana lah yang datang. Bencana dapat membunuh dan merusak peradaban manusia atau paling tidak bencana juga mampu merubah kehidupan sosial manusia.

Bencana tergolong suatu perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan tersebut terjadi secara mendadak. Siap atau tidak, manusia yang terkena bencana harus mengikuti perubahan, baik dalam hal penghidupan ataupun seluruh aspek dalam hidupnya.

Sebagai contoh pertama, bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Bencana air bah tersebut selain menelan banyak korban jiwa dan harta-benda juga mengubah kehidupan beberapa masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan. Trauma yang menghantui tidak mudah dihilangkan, sehingga beberapa orang beralih menjadi petani. Peralihan profesi tentunya akan mengubah perilaku sosial masyarakat. Kedua, bencana lumpur di Sidoarjo. Masyarakat korban bencana tersebut menjadi terbiasa dimainkan emosinya akibat penanganan pascabencana yang tidak pernah selesai. Bahkan sebagian besar orang menjadi pasif dengan terus mengharapkan ganti rugi dari perusahaan dan pemerintah tanpa melakukan usaha yang lain. Kedua contoh di atas menggambarkan bahwa dengan adanya perubahan lingkungan, manusia di dalamnya harus turut berubah di mana hal tersebut akan menciptakan harmonisasi.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya manusia sendiri lah—yang secara tidak sadar—menginginkan perubahan itu. Selama ini, bencana yang terjadi kebanyakan disebabkan oleh ulah manusia sendiri, bukan?

Sabtu, 05 Januari 2013

Memperpendek Jarak dengan Telepon Selular

Nokia Lumia 620c71

sam galaxy ace duos s6802 black__1blackberry-curve-9380

Sejak milenium baru, perkembangan teknologi telepon selular semakin cepat. Setiap waktu tertentu muncul teknologi telepon selular ataupun teknologi di luar telepon selular yang diintegrasikan ke dalam perangkat selular, misalnya kamera, peranti pemosisian, bahkan pemindai barcode/QR Code. Semakin hari, perangkat ini mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Seperti slogan, hidup dalam genggaman.

Kembali pada fungsi utama ponsel, masyarakat menggunakannya untuk kemudahan berkomunikasi dengan orang lain: keluarga, teman, pasangan, relasi bisnis, dan lain-lain. Pengguna tidak perlu bertatap muka untuk sekadar ngobrol bahkan membicarakan hal yang sangat penting. Manusia tidak perlu bertemu yang lain untuk berkomunikasi….

Nah itulah masalahnya, manusia menjadi jarang berkomunikasi dengan tatap muka langsung. Manusia hanya bisa menggunakan ponsel untuk bertukar suara. Namun, seperti langsung dibaca oleh produsen ponsel, fitur bertukar wajah pun dapat diintegrasikan ke dalam ponsel. Sebut saja munculnya teknologi supercepat HSDPA/HSUPA atau lebih dikenal sebagai 3G. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna dapat bertukar data dalam kuota besar misalnya panggilan video ataupun video conference.

Pengguna ponsel dipermudah dengan adanya berbagai teknologi komunikasi mutakhir. Manusia tidak perlu bertatap muka langsung secara fisik atau… manusia menjadi jarang bertatap muka langsung secara fisik. Jadi, sebenarnya ponsel mempermudah atau mengubah perilaku manusia? Komunikasi bukan hanya mengenai dapat mendengar suara atau dapat melihat wajah. Komunikasi lebih dari sekadar itu. Komunikasi juga untuk memahami manusia yang lain secara utuh, bukan dengan sosok semivirtual. Kelompok masyarakat tertentu yang kemudian mengatakan ponsel dapat menggantikan seluruh cara berkomunikasi manusia, dapat dikatakan mereka tidak lagi manusiawi, bahkan jika suatu saat nanti ponsel dapat menghadirkan salinan seorang manusia di tempat lain dalam waktu yang bersamaan. Seperti teknologi Tesla dalam film The Prestige.

Jumat, 09 November 2012

Konsep Geografi Sosial

Konsep geografi sosial menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

1. Geografi manusia adalah bagian dari geografi yang menelaah, pertama: adaptasi kelompok manusia kepada lingkungan alamnya, termasuk analisa terhadap pengalaman regionalnya, dan ke dua: relasi antarwilayah (region) yang disusun oleh aneka adaptasi dan orientasi geografis dari kelompok masyarakat dalam wilayah yang bersangkutan (Profesor Roxby).

2. Geografi manusia menelaah aspek-aspek dari kehidupan manusia yang menciptakan bentang-bentang alam serta wilayah-wilayah yang berbeda-beda, melalui proses interaksi yang terus-menerus dengan alam dalam segala bentuknya (Emrys Jones).

3. This classification, sometimes called human geography, involves all phases of human social life in relation to the physical earth (Geoffrey J. Martin and John H. Thompson, 2008).

4. Geografi sosial membahas pertumbuhan dan persebaran penduduk, tipe-tipe pemukiman dan persebarannya, serta perwujudan budaya manusia pada agama, bahasa, organisasi kemasyarakatan dan sebagainya (Daldjoeni, 1987).

5. Geografi manusia merupakan cabang geografi dengan kajian aspek keruangan gejala di muka bumi, manusia sebagai pokok kajian ( meliputi aspek kependudukan, ekonomi, politik, dan sosial budaya). Geografi Sosial sebagai studi tentang relasi sosial dan struktur keruangan, geografi menstransfer teori sosial (Johnston et al.).

6. Geografi sosial memperhatikan analisa spatial dalam menganalisa permasalahan sosial, geograi sosial memperhatikan pentingnya ruang sebagai tempat kehidupan dan institusi sosial, struktur sosial serta relasi sosial (Gregory & Urry, 1985).

7. Sebagai ilmu, geografi sosial memperhatikan aspek ruang dalam teori sosial yang juga menjadi ciri studi geografi modernism dan postmodernisme (Harvey, 1989, Soja, 1989).

8. Geografi Sosial mempunyai objek studi aktifitas manusia sebagai bagian geosfer meliputi perbedaan dan persamaan aktifitas manusia dengan lingkungannya yakni lingkungan alam dan lingkungan sosial (Hasil Seminar Lokakarya Geografi di Semarang, 1988).

9. Geografi sebagai ilmu spesifik tentang geosfer tentu saja kajian geografi sosial lebih menekankan kegiatan manusia sebagai aspek pokoknya tidak dapat dilepaskan dari aspek lingkungan alam. Konsep tersebut sesuai dengan geografi yang menekankan antropocentris (Sumaatmaja, 1988).

Dari berbagai sumber.

Minggu, 04 Desember 2011

Tugas Akhir Media Presentasi Materi Siklus Air




Siklus hidrologi atau siklus air merupakan proses pergerakan air di atas, pada, dan di bawah permukaan bumi. Siklus hidrologi terdiri atas tahap tampungan, evaporasi, presipitasi, dan aliran (Gedzelman, 2009).
Ini dia masterpiece-ku. Hahaha. Dibuat untuk memudahkan pembelajaran materi siklus air. Didesain dengan sederhana dan interaktif menggunakan Microsoft Office PowerPoint 2007.
Unduh di sini untuk pemaparan lengkapnya.

Minggu, 12 Juni 2011

Media Pembelajaran Geografi e-Learning

Penggunaan teknologi komputer menjadi hal yang tidak asing dalam pembelajaran di sekolah. Selain menggunakan buku, komik, slide, dan video, media pembelajaran geografi dapat dibangun menggunakan halaman web.
Tugas PMPG kali ini adalah pembuatan media pembelajaran geografi berbasis e-learning (web) menggunakan Microsoft Office Publisher 2007. Variasi diletakkan pada kemampuan halaman untuk menampilkan tautan antarhalaman. Download.

Media Pembelajaran Visual-Audio

Media pembelajaran geografi dapat menggunakan gabungan antara visual dan audio, atau biasa disebut dengan video. Media ini lebih variatif karena apa yang dilihat diperjelas dengan suara. Media yang dirancang di sini adalah media pembelajaran geografi Subtema Pemanasan Global, yang termasuk dalam kajian Atmosfer.
Lampiran: softcopy pada http://www.youtube.com/watch?v=OFLCHwVWJ3g

Media Pembelajaran Geografi dengan PowerPoint

Ternyata, ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan Microsoft Office PowerPoint!!! Sehingga menghasilkan media pembelajaran atraktif dan menarik. Tentunya, hal tersebut dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Hm, masih banyak yang bisa di-explore, untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih baik. Untuk kali ini, bisa diunduh contoh slides di sini.

Media Pembelajaran: Komik


Pengembangan media pembelajaran geografi akan berkembang berdasar kebutuhan. Untuk menyukseskan pembelajaran, pendidik harus berpikir kreatif dan inovatif untuk media pembelajaran. Contohnya, penggunaan komik.
Tugas PMPG kali ini adalah pembuatan komik sebagai media pembelajaran geografi. Penggunaan komik ditujukan agar pembelajaran dapat diterima lebih baik oleh peserta didik. Variasi ini juga ditujikan untuk menghindari kebosanan dalam pembelajaran.
Untuk melihat komik, unduh di sini.

Tata Letak Buku: Subbab Pemanasan Global

Buku merupakan salah satu alat yang sangat menunjang suatu pembelajaran. Selain isi, tampilan turut menentukan bagaimana buku tersebut menarik untuk dibaca. Tampilan suatu buku tersebut biasa disebut dengan tata letak (layout).

Tugas PMPG kali ini adalah mendesain tata letak suatu buku ajar. Materi yang saya ambil adalah subbab Pemanasan Global. Materi tersebut berada pada SK 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer dan KD 3.2. Menganalisis atmosfer dan dampaknya (*pengaruhnya) terhadap kehidupan di muka bumi.

Buku ini didesain semenarik mungkin dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik di SMA/MA. Materinya berisi informasi yang paling baru (up to date), sehingga peserta didik mampu menganalisis fenomena-fenomena geografi yang aktual. Selain itu, buku ini juga memuat fitur-fitur penunjang yang menarik, seperti Identifying Quiz, Tahukah kamu bahwa…, Kamus Kata, dan lain-lain. Hm, untuk lebih lengkapnya, buku dapat diunduh di sini (PDF).

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Tugas berupa RPP Kelas X Semester II dengan Standar Kompetensi: 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer dan Kompetensi Dasar: 3.2 Menganalisis atmosfer dan dampak (pengaruh)-nya terhadap kehidupan di muka bumi.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, pelakasanaan pembelajaran menggunakan Buku Sekolah Elektronik terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Animasi Greenhouse Effect oleh AuTech Kompetense As ©2003, Komputer (notebook) dan jaringan internet, dan Presentation Kit.
Silakan unduh RPP lengkap di sini.

Selasa, 01 Februari 2011

Teori Demografi dan Kependudukan

Dalam karyanya, Confucius menyarankan agar para penulis memiliki suatu konsep tertentu mengenai apa yang dinamakan jumlah penduduk optimum dan berhubungan dengan pertanian. Jadi antara penduduk dan pertanian memiliki kaitan secara proporsional dan memadai. Teori Penduduk Zaman Kuno, Teori Penduduk Modern, Teori Thomas Robert Malthus (1766-1834), Aliran Neo-Malthusian (Abad ke-19 dan ke-20), Aliran Anti-Malthusian (Abad ke-19), Aliran Ekonomi Klasik (Abad ke-19), Aliran Neo-Klasik (Akhir Abad ke-19: Marshall), Aliran Kalangan Sosialis Awal, Aliran Marxist (Karl Marx dan Frederich Engels), dan Teori Kependudukan Mutakhir bisa dibaca di file yang bisa diunduh di sini.

Kamis, 19 Agustus 2010

Kualitas Ketenagakerjaan di Indonesia sebagai Salah Satu Faktor Penentu Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Abstract: Indonesian’s human resources is one of factors can support the Indonesian’s national development. Human resources are the one or more can build a state well—by the good human resources. They are the one basic that can increase the men power quality. The men power is people who built by human resources. The men power quality changes, depend on human resources quality and human resources grow depend on men power. Education, health, and economic quality are the indicators how the human resources are. And as we know, Indonesia is in number 108 High Development Index of 117 countries. So, the qualities of Indonesian’s man power, Indonesian’s human resources must be increased by us. Bacause Indonesian’s man power and Indonesian’s human resources have a special links each others.
Keywords: Indonesian’s man power, Indonesian’s human resources.